Wednesday, July 31, 2013

6 Perumahan Punya Panic Button

6 Perumahan Punya Panic ButtonTEMPO.CO , Jakarta:Kepolisian Resor Jakarta Barat meresmikan sistem keamanan panic button. Tapi berbeda dengan yang sudah lebih dulu diperkenalkan di wilayah lainnya yang mengkoneksikan minimarket dengan markas kepolisian setempat, sistem terbaru dibuat di perumahan warga.
Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Fadil Imran mengatakan, sistem dibuat untuk mempercepat respon polisi jika terjadi tindak kejahatan di kawasan pemukiman warga. Peresmiannya hari ini, Rabu 31 Juli 2013, sengaja bertepatan dengan musim mudik Lebaran.
"Jadi laporan pengaduan kalau ada kejahatan tidak perlu dilakukan cara tradisional dengan lapor ke pos polisi terdekat," kata Fadil di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Fadil mengatakan, sistem itu dibuat agar laporan kejahatan dari masyarakat menjadi lebih cepat. Masyarakat juga bisa lebih cepat merespon karena panic button itu juga terhubung langsung dengan pos keamanan lingkungan terdekat.
Sistem panic button itu, kata Fadil, bakal memaksimalkan peran masyarakat dalam memberantas kejahatan. Dia mengakui jika keterbatasan personel polisi bakal terbantu dengan sistem tersebut. "Keterbatasan polisi bisa teratasi da pemukiman warga menjadi lebih aman," ujarnya.
Program percontohan yang akan dijalankan, Fadil berharap, bisa sekaligus menekan angka kejahatan selama musim mudik. Percontohan dari sistem yang disebut dengan Si Gahtam (Sistem Pencegahan Kejahatan) itu disiapkan di enam lokasi, yakni Perumahan Casa Goya, Kebon Jeruk; pemukiman RW 02 (Cengkareng Timur); Perumahan Permata Buana (Kembangan); Perumahan Mega Kebon Jeruk (Kembangan); Pemukiman RW 06 Pekojan (Tambora); dan Perumahan Res Scarlet Citra 6 (Kali Deres).
Targetnya, sistem panic button itu bakal dibuat di seluruh RW se-Jakarta Barat, termasuk apartemen-apartemen. "Targetnya 508 RW, 136 perumahan, dan 18 apartemen juga bakal dilengkapi sistem itu setelah diuji coba," kata Fadil.
DIMAS SIREGAR

Tuesday, July 16, 2013

Yudi Latif: Jika Bernilai Sejarah, Pemerintah Mesti Beli Rumah Bung Karno

Yudi Latif: Jika Bernilai Sejarah, Pemerintah Mesti Beli Rumah Bung KarnoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Cendekia dan Pengamat Politik, Yudi Latif berpendapat pemerintah harus membeli rumah yang sempat dihuni Bung Karno di Yogyakarta, yang kini dijual melalui situs Tokobagus.com senilai Rp29,4miliar. Paling tidak Pemerintah daerah ambil andil membeli dan menjadikan rumah yang pernah disinggahi tokoh Proklamasi RI menjadi monumen sejarah.
"Dibeli pemerintah, kalaupun tidak pemerintah pusat, ya pemerintah daerah. Paling tidak itu bagian dari museum, kalau itu terbukti memiliki nilai historis," ujar Yudi usai buka puasa bersama di rumah dinas anggota DPR, Poempida Hidayatullah, Jakarta, Selasa (16/7/2013) malam.
"Kalau rumah itu terbukti punya nilai historis penting sewaktu Bung Karno di Yogya, ya sebaiknya memang dibeli pemerintah saja," tambahnya.
Menurutnya, rumah-rumah bersejarah yang pernah disinggahi dan ditinggali Bung Karno dipelihara dan dijadikan monumen penting sejarah bangsa. Termasuk juga penjara-penjara yang menjadi saksi Bung Karno dan Hatta.
"Saya kira paling tidak kalau nama-nama lain kita bisa memaafkan, tidak dihiraukan, tetapi paling tidak dua nama soekarno-Hatta paling tidak menjadi ikon dari ke-Indonesia-an. Bukan hanya itu saya kira, bahkan seluruh situs-situs penting dalam perjalanan hidupnya perlu dipelihara.
Termasuk penjara-penjaranya itu," tuturnya.
Selain membeli, menurutnya, hal lain pun bisa dilakukan pemerintah atas rumah yang memiliki nilai sejarah bangsa ini. Rumah tersebut tetap boleh dijual kepada pihak lain, namun diberikan syarat kepada pembeli atau pemilik baru untuk tidak mengubah bangunan dan tetap mempertahankan bentuk bangunan bersejarah tersebut.
Namun, tetap ada peran serta pemerintah di dalam menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah tersebut. Baik dengan meringankan pajak atau pemberian subsidi lain kepada pemilik rumah.
"Untuk itu negara mensubsidi atau memberikan insentif ke pemiliknya. Bisa dalam bentuk pajaknya dibebaskan. Ada skema aturan yang jelas. Itu titik komprominya. Boleh saja dijual, tapi dengan sejumlah prasayarat, misalnya arsitektur bangunannya tidak boleh diubah atau kamar yang penting dan pernah Bung Karno tinggal tidak boleh diubah," cetusnya.

Monday, July 15, 2013

Kebutuhan Rumah di Indonesia Diperkirakan 15 Juta Unit

Kebutuhan Rumah di Indonesia Diperkirakan 15 Juta UnitTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan rumah untuk keluarga di Indonesia tahun depan diperkirakan mencapai angka lebih dari 15 juta unit.
Untuk itu, diperlukan program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang memadai agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan baik.
Agus Sumargiarto, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), mengungkapkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi sangat berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan rumah.
Menurutnya, salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingginya backlog (akumulasi kebutuhan) perumahan dengan melaksanakan program keluarga berencana (KB). Program tersebut harus berjalan seiring dengan usaha yang dilaksanakan Kemenpera dalam rangka pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Saat ini, backlog perumahan per tahun diperkirakan mencapai angka 800.000 unit rumah. Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya perlu adanya sinkronisasi program antar instansi sehingga masyarakat bisa menikmati berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah.
“Banyak sekali data mengenai jumlah kebutuhan perumahan di Indonesia. Tahun depan diperkirakan jumlahnya bisa lebih dari15 juta unit rumah. Jadi perlu data yang pasti antara BKKN dan BPS mengenai jumlah kebutuhan rumah yang sebenarnya,” imbuhnya.

Thursday, July 11, 2013

Rumah bersejarah Soekarno dijual Rp 29 M di tokobagus.com

Rumah bersejarah Soekarno dijual Rp 29 M di tokobagus.com
MERDEKA.COM. Sebuah rumah bersejarah yang disebut pernah menjadi tempat persembunyian Presiden Soekarno di Yogyakarta, dijual lewat situs jual beli tokobagus.com. Rumah itu ditawarkan dengan harga Rp 29.491.000.000. 

Rumah itu terletak di Jalan Patangpuluhan, Yogyakarta. Luas rumah 500 m2, dengan luas tanah 4.213 m2. Ada lima kamar tidur dengan dua kamar mandi dan halaman yang luas.

"Saya diminta oleh ahli waris keluarga Purbodiningrat untuk membantu menjual rumah bersejarah ini," kata Yuskalvin, pria yang memasang iklan di toko bagus.com, saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (11/7).

Yus memposting iklan tersebut Kamis (11/7). Menurutnya sudah ada beberapa yang menawar rumah itu.

"Ada yang tawar Rp 4 juta per meter persegi. Tapi belum dikasih. Nilai sejarahnya lebih dari itu," kata Yus.
Sumber: Merdeka.com

Tuesday, July 2, 2013

Kemenpera Targetkan Pembangunan 35 Rusunawa Selama 2013

Kemenpera Targetkan Pembangunan 35 Rusunawa Selama 2013Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan pembangunan 35 rumah susun khusus sewa (rusunawa) di seluruh Indonesia selama tahun 2013, dengan memanfaatkan tanah milik pemerintah daerah. 
Menurut Djan, pemancangan tiang pertama rusunawa di Rawa Bebek itu sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam pembangunan 35 rusunawa di seluruh Indonesia. 
Dia mengatakan pembangunan rusunawa khusus bagi para pekerja merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar Kemenpera memikirkan kesejahteraan perumahan bagi buruh/pekerja. 
Menurut Djan persyaratan bagi buruh/pekerja yang akan menempati rusunawa akan diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama pemerintah daerah. Kemenpera hanya melaksanakan pembangunannya melalui kerjasama dengan sembilan gubernur di masing-masing daerah pembangunan. 
Sementara itu pada acara Ground Breaking Rusunawa Rawa Bebek turut hadir Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. 
Pada kesempatan itu Menpera melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. 
Di dalam kesepakatan tersebut Kemenpera menjalankan fungsinya sebagai regulator, fasilitator, maupun pelaksana pembangunan perumahan sehingga terpenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi setiap keluarga Indonesia. 
Sedangkan Pemprov DKI Jakarta mempunyai tugas antara lain menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat di Provinsi DKI Jakarta. 
Rusunawa Rawa Bebek dibangun pada lahan seluas tiga hektare lebih, dengan rencana pembangunan sebanyak enam tower dan ditargetkan selesai pada Desember 2013. Dalam pembangunan per tower, Kemenpera menganggarkan dana APBN sebesar Rp16,3 miliar. (ar)